<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8261153787879314327</id><updated>2011-04-21T21:04:33.559-07:00</updated><title type='text'>uPiK InDy</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://upikindipradita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8261153787879314327/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://upikindipradita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>upik indi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12952007740236472990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jkCz-u5BAC4/SY5O1ut-x1I/AAAAAAAAAC0/MD7JSLiTIpM/S220/11%4026%3D%7DswEet+angEL.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8261153787879314327.post-6036225798556338181</id><published>2008-11-06T00:26:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T00:27:18.439-08:00</updated><title type='text'>pEMASANGAn AntenA GRID</title><content type='html'>PROSEDUR INSTALASI WIRELESS LAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan&lt;br /&gt;Kompas dan peta topografi&lt;br /&gt;Penggaris dan busur derajat&lt;br /&gt;Pensil, penghapus, alat tulis&lt;br /&gt;GPS, altimeter, klinometer&lt;br /&gt;Kaca pantul dan teropong&lt;br /&gt;Radio komunikasi (HT)&lt;br /&gt;Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter&lt;br /&gt;Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel&lt;br /&gt;Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley&lt;br /&gt;Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell&lt;br /&gt;Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45&lt;br /&gt;Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey Lokasi&lt;br /&gt;Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta&lt;br /&gt;Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path&lt;br /&gt;Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena&lt;br /&gt;Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi&lt;br /&gt;Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi&lt;br /&gt;Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan Konektor&lt;br /&gt;Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m&lt;br /&gt;Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel&lt;br /&gt;Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian&lt;br /&gt;Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short&lt;br /&gt;Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser&lt;br /&gt;Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor&lt;br /&gt;Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)&lt;br /&gt;Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air&lt;br /&gt;Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali&lt;br /&gt;Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan POE&lt;br /&gt;Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor&lt;br /&gt;POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss&lt;br /&gt;Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short&lt;br /&gt;Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instalasi Antena&lt;br /&gt;Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat&lt;br /&gt;Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail&lt;br /&gt;Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada&lt;br /&gt;Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta&lt;br /&gt;Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena&lt;br /&gt;Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instalasi Perangkat Radio&lt;br /&gt;Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna&lt;br /&gt;Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager&lt;br /&gt;Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan&lt;br /&gt;Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya&lt;br /&gt;Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah&lt;br /&gt;Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility&lt;br /&gt;Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil&lt;br /&gt;Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian Noise&lt;br /&gt;Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default&lt;br /&gt;Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut&lt;br /&gt;Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise&lt;br /&gt;Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %&lt;br /&gt;Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang&lt;br /&gt;Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan&lt;br /&gt;Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perakitan Antena&lt;br /&gt;Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional&lt;br /&gt;Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan&lt;br /&gt;Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor&lt;br /&gt;Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena&lt;br /&gt;Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pointing Antena&lt;br /&gt;Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal&lt;br /&gt;Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)&lt;br /&gt;Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat&lt;br /&gt;Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas&lt;br /&gt;Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider&lt;br /&gt;Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi&lt;br /&gt;Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian Koneksi Radio&lt;br /&gt;Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio&lt;br /&gt;Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut&lt;br /&gt;Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang&lt;br /&gt;Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing&lt;br /&gt;Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio&lt;br /&gt;Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER&lt;br /&gt;Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps&lt;br /&gt;Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600&lt;br /&gt;Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum&lt;br /&gt;Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8261153787879314327-6036225798556338181?l=upikindipradita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://upikindipradita.blogspot.com/feeds/6036225798556338181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8261153787879314327&amp;postID=6036225798556338181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8261153787879314327/posts/default/6036225798556338181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8261153787879314327/posts/default/6036225798556338181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://upikindipradita.blogspot.com/2008/11/pemasangan-antena-grid.html' title='pEMASANGAn AntenA GRID'/><author><name>upik indi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12952007740236472990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jkCz-u5BAC4/SY5O1ut-x1I/AAAAAAAAAC0/MD7JSLiTIpM/S220/11%4026%3D%7DswEet+angEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8261153787879314327.post-3288136036707630770</id><published>2008-10-29T02:12:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T02:14:14.964-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Serat Optik terdiri dari 2 bagian yaitu?&lt;br /&gt;Jawab:  Clading dan Core&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8261153787879314327-3288136036707630770?l=upikindipradita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://upikindipradita.blogspot.com/feeds/3288136036707630770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8261153787879314327&amp;postID=3288136036707630770' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8261153787879314327/posts/default/3288136036707630770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8261153787879314327/posts/default/3288136036707630770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://upikindipradita.blogspot.com/2008/10/serat-optik-terdiri-dari-2-bagian-yaitu.html' title=''/><author><name>upik indi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12952007740236472990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jkCz-u5BAC4/SY5O1ut-x1I/AAAAAAAAAC0/MD7JSLiTIpM/S220/11%4026%3D%7DswEet+angEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8261153787879314327.post-3736358621789393928</id><published>2008-10-29T02:11:00.001-07:00</published><updated>2008-10-29T02:12:07.778-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="post uncustomized-post-template"&gt;&lt;div class="post-body"&gt; &lt;p&gt;Serat optik&lt;br /&gt;Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca  atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu  tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena  indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya  yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit.  Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan  sebagai saluran komunikasi.&lt;br /&gt;serat optik&lt;br /&gt;Serat optik umumnya digunakan  dalam sistem telekomunikasi serta dalam pencahayaan, sensor, dan optik  pencitraan.&lt;br /&gt;Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core.  Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indek bias lebih rendah  dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core  kembali kedalam core lagi.&lt;br /&gt;Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh  kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit  cahaya yang diserap oleh serat optik.&lt;br /&gt;Pembagian Serat optik dapat dilihat  dari 2 macam perbedaan :&lt;br /&gt;1. Berdasarkan Mode yang dirambatkan :&lt;br /&gt;Single  mode : serat optik dengan core yang sangat kecil, diameter mendekati panjang  gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke  dinding cladding.&lt;br /&gt;Multi mode : serat optik dengan diameter core yang agak  besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding  yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.&lt;br /&gt;2.  Berdasarkan indeks bias core :&lt;br /&gt;Step indeks : pada serat optik step indeks,  core memiliki indeks bias yang homogen.&lt;br /&gt;Graded indeks : indeks bias core  semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat  core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks  memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa  yang terjadi dapat diminimalkan.&lt;br /&gt;Bagian-bagian serat optik jenis single  mode&lt;br /&gt;Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit  Error Rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung  yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan  panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah  kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka,  Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat  diperkirakan besarnya.&lt;br /&gt;Sejarah perkembangan&lt;br /&gt;Penggunaan cahaya sebagai  pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru  sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk  mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Percobaan ini  juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa  langsung dimanfaatkan, namun harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih  lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawan Inggris pada  tahun 1958 mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu  yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal  tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan  Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan  gambar.&lt;br /&gt;Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya  melewati gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya.  Kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser  beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan  ribu kali frekuensi gelombang mikro.&lt;br /&gt;Pada awalnya peralatan penghasil sinar  laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat  berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada  kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya&lt;br /&gt;gampang meliuk-liuk mengikuti  kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba  di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan  meter.&lt;br /&gt;Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat  tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya  serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya,  sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan  cukup kita dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera  Pasifik.&lt;br /&gt;Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahap  pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien.  Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali  diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih  20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, serat optik mengalami  pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya  mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.&lt;br /&gt;Tahun 80-an, bendera lomba industri serat  optik benar-benar sudah berkibar. Nama-nama besar di dunia pengembangan serat  optik bermunculan. Charles K. Kao diakui dunia sebagai salah seorang perintis  utama. Dari Jepang muncul Yasuharu Suematsu. Raksasa-raksasa elektronik macam  ITT atau STL jelas punya banyak sekali peranan dalam mendalami riset-riset serat  optik.&lt;br /&gt;2. Time Line Pengembangan Fiber Optik&lt;br /&gt;1917 Theory of stimulated  emission Albert Einstein mengajukanm sebuah teori tentang emisi terangsang  dimana jika ada atom dalam tingkatan energi tinggi 1954 "Maser" developed  Charles Townes, James Gordon, dan Herbert Zeiger di Columbia University  mengembangkankan "maser" yaitu microwave amplification by stimulated emission of  radiation, dimana molekul dari gas amonia memperkuat dan menghasilkan gelombang.  . Pekerjaan ini menghabiskan waktu tiga tahun sejak ide Townes pada tahun 1951  untuk mengambil manfaat dari osilasi frekuensi tinggi molekular untuk  membangkitkan gelombang dengan penjang gelombang pendek pada gelombang radio.  1958 Pengenalan Konsep Laser Townes dan ahli fisika Arthur Schawlow  mempublikasikan paper yang menunjukan bahwa maser dapat dibuat untuk  dioperasikan pada daerah infra merah dan optik. .Paper ini menjelaskan tentang  konsep laser (light amplification by stimulated emission of radiation)&lt;br /&gt;1960  ditemukannya Continuously operating helium-neon gas laser Laboratorium Riset  Bell dan Ali Javan serta koleganya William Bennett, Jr., dan Donald Herriott  menemukan sebuah continuously operating helium-neon gas laser. 1960 Ditemukannya  Operable laser Theodore Maiman, seorang fisikawan dan insinyur elektro di Hughes  Research Laboratories, menemukan operable laser dengan menggunakan sebuah  kristal batu rubi sintesis sebagai medium. 1961 Glass fiber demonstration  Peneliti industri Elias Snitzer dan Will Hicks mendemontrasikan sinar laser yang  diarahkan melalui serat gelas yang tipis. Inti serat gelas tersebut cukup kecil  yang membuat cahaya hanya dapat melewati satu bagian saja tetapi  banyak&lt;br /&gt;ilmuwan menyatakan bahwa serat tidak cocok untuk komunikasi karena  rugi rugi cahaya yang terjadi karena melewati jarak yang sangat jauh. 1961  Penggunaan ruby laser untuk keperluan medis Penggunaan laser yang dihasilkan  dari batu Rubi yang pertama, Charles Campbell of the Institute of Ophthalmology  at Columbia- Presbyterian Medical Center dan Charles Koester of the American  Optical Corporation menggunakan prototipe ruby laser photocoagulator untuk  menghancurkan tumor pada retina pasien. 1962 Pengembangan Gallium arsenide laser  Tiga group riset terkenal yaitu General Electric, IBM, dan MIT’s Lincoln  Laboratory secara simultan mengembangkan gallium arsenide laser yang  mengkonversikan energi listrk secara langsung ke dalam cahaya infra merah dan  perkembangan selanjutnya digunakan untuk pengembangan CD dan DVD player serta  penggunaan laser printer. 1963 Heterostructures Ahli fisika Herbert Kroemer  mengajukan ide yaitu heterostructures, kombinasi dari lebih dari satu  semikonduktor dalam layer-layer untuk mengurangi kebutuhan energi untuk laser  dan membantu untuk dapat bekerja lebih efisien. Heterostructures ini nantinya  akan digunakan pada telepon seluler dan peralatan elektronik lainnya.&lt;br /&gt;1966  kertas Landmark pada optical fiber Charles Kao dan George Hockham yang melakukan  penelitian di Standard Telecommunications Laboratories Inggris mempublikasikan  landmark paper yang mendemontrasikan bahwa fiber optik dapat mentransmisikan  sinar laser yang sangat sedikit rugi-ruginya jika gelas yang digunakan sangat  murni. Dengan penemuan ini kemudian para peneliti lebih fokus pada bagaimana  cara memurnikan bahan gelas. 1970 Fiber Optik yang memenuhi standar kemurnian.  Ilmuwan Corning Glass Works yaitu Donald Keck, Peter Schultz, dan Robert Maurer  melaporkan penemuan fiber optik yang memenuhi standar yang telah ditentukan oleh  Kao dan Hockham. Gelas yang paling murni yang dibuat terdiri atas gabungan  silika dalam tahap uap dan mampu mengurangi rugi-rugi cahaya kurang dari 20  decibels per kilometer. Pada 1972 tim ini menemukan gelas dengan rugi-rugi  cahaya hanya 4 decibels per kilometer. Juga pada tahun 1970, Morton Panish dan  Izuo Hayashi dari Bell Laboratories dengan tim Ioffe Physical Institute di  Leningrad, mendemontrasikan semiconductor laser yang dapat dioperasikan pada  temperatur ruang. Kedua penemuan tersebut merupakan terobosan dalam  komersialisasi penggunaan fiber optik. 1973 Proses Chemical vapor deposition  John MacChesney dan Paul O. Connor pada Bell Laboratories mengembangkan proses  chemical vapor deposition process yang memanaskan uap kimia dan oksigen ke  bentuk ultratransparent glass yang dapat diproduksi masal ke dalam fiber optik  yang mempunyai rugi-rugi sangat kecil. 1975 Komersialisasi Pertama dari  semiconductor laser Insinyur pada Laser Diode Labs mengembangkan semiconductor  laser komersial pertama yang dapat dioperasikan pada suhu kamar. 1977 Perusahaan  telepon menguji coba penggunaan fiber optic Perusahaan telepon memulai  penggunaan fiber optik yang membawa lalu lintas telepon. GTE membuka jalur  antara Long Beach dan Artesia, California, yang menggunakan transmisi  light-emitting diode. Bell Labs mendirikan sambungan yang sama pada sistem  telepon di Chicago dengan jarak 1,5 mil di bawah tanah yang menghubungkan 2 s  switching station.&lt;br /&gt;1980 Sambungan Fiber-optic telah ada di Kota kota besar di  Amerika AT&amp;amp;T mengumumkan akan menginstal fiber-optic yang menghubungkan kota  kota antara&lt;br /&gt;Boston dan Washington D.C. kemudian dua tahun kemudian MCI  mengumumkan untuk melakukan hal yang sama. 1987 "Doped" fiber amplifiers David  Payne di University of Southampton memperkenalkan fiber amplifiers yang dikotori  oleh elemen erbium. optical amplifiers abru ini mampu menaikan sinyal cahaya  tanpa harus mengkonversikan terlebih dahulu ke dalam energi listrik. 1988 Kabel  Pertama Transatlantic Fiber-Optic Kabel Translantic yang pertama menggunakan  fiber glass yang sangat transparan sehingga repeater hanya dibutuhkanb ketika  sudah mencapai 40mil. 1991 Optical Amplifiers Emmanuel Desurvire di Bell  Laboratories serta David Payne dan P. J. Mears dari University of Southampton  mendemontrasikan optical amplifiers yang terintegrasi dengan kabel fiber optic  tersebut. Keuntungannya adalah dapat membawa informasi 100 kali lebih cepat dari  pada kabel electronic amplifier. 1996 optic fiber cable yang menggunakan optical  amplifiers ditaruh di samudera pasifik TPC-5, sebuah optic fiber merupakan fiber  optic pertama yang menggunakan optical amplifiers. Kabel ini melewati samudera  pasifik mulai dari San Luis Obispo, California, ke Guam, Hawaii, dan Miyazaki,  Japan, dan kembali ke Oregon coast dan mampu untuk menangani 320,000 panggilan  telepon. 1997 Fiber Optic menghubungkan seluruh dunia Fiber Optic Link Around  the Globe (FLAG) menjadi jaringan abel terpanjang di seluruh dunia yang  menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.&lt;br /&gt;2. Generasi  Perkembangan Serat Optik&lt;br /&gt;Berdasarkan penggunaannya maka sistem komunikasi  serat optik (SKSO) dibagi menjadi 4 tahap generasi yaitu :&lt;br /&gt;1. Generasi  pertama (mulai 1975) Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem  generasi berikutnya, terdiri dari : alat encoding : mengubah input (misal suara)  menjadi sinyal listrik transmitter : mengubah sinyal listrik menjadi sinyal  gelombang, berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 mm. serat silika : sebagai  penghantar sinyal gelombang repeater : sebagai penguat gelombang yang melemah di  perjalanan receiver : mengubah sinyal gelombang menjadi sinyal listrik, berupa  fotodetektor alat decoding : mengubah sinyal listrik menjadi output (misal  suara) Repeater bekerja melalui beberapa tahap, mula-mula ia mengubah sinyal  gelombang yang sudah melemah menjadi sinyal listrik, kemudian diperkuat dan  diubah kembali menjadi sinyal gelombang. Generasi pertama ini pada tahun 1978  dapat mencapai kapasitas transmisi sebesar 10 Gb.km/s.&lt;br /&gt;2 Generasi kedua  (mulai 1981)&lt;br /&gt;Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran teras serat diperkecil  agar menjadi tipe mode tunggal. Indeks bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan  indeks bias teras. Dengan sendirinya transmitter juga diganti dengan diode  laser, panjang gelombang yang dipancarkannya 1,3 mm. Dengan modifikasi ini  generasi kedua mampu mencapai kapasitas transmisi 100 Gb.km/s, 10 kali lipat  lebih besar daripada generasi pertama.&lt;br /&gt;3. Generasi ketiga (mulai  1982)&lt;br /&gt;Terjadi penyempurnaan pembuatan serat silika dan pembuatan chip diode  laser berpanjang gelombang 1,55 mm. Kemurnian bahan silika ditingkatkan  sehingga&lt;br /&gt;transparansinya dapat dibuat untuk panjang gelombang sekitar 1,2 mm  sampai 1,6 mm. Penyempurnaan ini meningkatkan kapasitas transmisi menjadi  beberapa ratus Gb.km/s.&lt;br /&gt;4. Generasi keempat (mulai 1984)&lt;br /&gt;Dimulainya riset  dan pengembangan sistem koheren, modulasinya yang dipakai bukan modulasi  intensitas melainkan modulasi frekuensi, sehingga sinyal yang sudah lemah  intensitasnya masih dapat dideteksi. Maka jarak yang dapat ditempuh, juga  kapasitas transmisinya, ikut membesar. Pada tahun 1984 kapasitasnya sudah dapat  menyamai kapasitas sistem deteksi langsung. Sayang, generasi ini terhambat  perkembangannya karena teknologi piranti sumber dan deteksi modulasi frekuensi  masih jauh tertinggal. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa sistem koheren ini  punya potensi untuk maju pesat pada masa-masa yang akan datang.&lt;br /&gt;5. Generasi  kelima (mulai 1989)&lt;br /&gt;Pada generasi ini dikembangkan suatu penguat optik yang  menggantikan fungsi repeater pada generasi-generasi sebelumnya. Sebuah penguat  optik terdiri dari sebuah diode laser InGaAsP (panjang gelombang 1,48 mm) dan  sejumlah serat optik dengan doping erbium (Er) di terasnya. Pada saat serat ini  disinari diode lasernya, atom-atom erbium di dalamnya akan tereksitasi dan  membuat inversi populasi*, sehingga bila ada sinyal lemah masuk penguat dan  lewat di dalam serat, atom-atom itu akan serentak mengadakan deeksitasi yang  disebut emisi terangsang (stimulated emission) Einstein. Akibatnya sinyal yang  sudah melemah akan diperkuat kembali oleh emisi ini dan diteruskan keluar  penguat. Keunggulan penguat optik ini terhadap repeater adalah tidak terjadinya  gangguan terhadap perjalanan sinyal gelombang, sinyal gelombang tidak perlu  diubah jadi listrik dulu dan seterusnya seperti yang terjadi pada repeater.  Dengan adanya penguat optik ini kapasitas transmisi melonjak hebat sekali. Pada  awal pengembangannya hanya dicapai 400 Gb.km/s, tetapi setahun kemudian  kapasitas transmisi sudah menembus harga 50 ribu Gb.km/s.&lt;br /&gt;6. Generasi  keenam&lt;br /&gt;Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer memelopori sistem komunikasi  soliton. Soliton adalah pulsa gelombang yang terdiri dari banyak komponen  panjang gelombang. Komponen-komponennya memiliki panjang gelombang yang berbeda  hanya sedikit, dan juga bervariasi dalam intensitasnya. Panjang soliton hanya  10-12 detik dan dapat dibagi menjadi beberapa komponen yang saling berdekatan,  sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton merupakan informasi yang terdiri dari  beberapa saluran sekaligus (wavelength division multiplexing). Eksperimen  menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5 saluran yang masing-masing  membawa informasi dengan laju 5 Gb/s. Cacah saluran dapat dibuat menjadi dua  kali lipat lebih banyak jika dibunakan multiplexing polarisasi, karena setiap  saluran memiliki dua polarisasi yang berbeda. Kapasitas transmisi yang telah  diuji mencapai 35 ribu Gb.km/s.&lt;br /&gt;Cara kerja sistem soliton ini adalah efek  Kerr, yaitu sinar-sinar yang panjang gelombangnya sama akan merambat dengan laju  yang berbeda di dalam suatu bahan jika intensitasnya melebihi suatu harga batas.  Efek ini kemudian digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehingga soliton  tidak akan melebar pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan  karena tingkat kesalahan yang ditimbulkannya amat kecil bahkan dapat diabaikan.  Tampak bahwa penggabungan ciri beberapa generasi teknologi serat optik akan  mampu menghasilkan suatu sistem komunikasi yang mendekati ideal, yaitu yang  memiliki kapasitas transmisi yang sebesar-besarnya dengan tingkat kesalahan yang  sekecil-kecilnya yang jelas, dunia komunikasi abad 21 mendatang tidak dapat  dihindari lagi akan dirajai oleh teknologi serat optik.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author"&gt;Diposkan  oleh nOFhiE &lt;/span&gt;&lt;span class="post-timestamp"&gt;di &lt;a class="timestamp-link" title="permanent link" href="http://npriyatini.blogspot.com/2008/10/serat-optik.html"&gt;23:22&lt;/a&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt;&lt;a class="comment-link" onclick="" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4518661888515260325&amp;amp;postID=6158380540781143251"&gt;0  komentar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-icons"&gt;&lt;span class="item-control blog-admin pid-1352288761"&gt;&lt;a title="Edit Entri" href="post-edit.g?blogID=4518661888515260325&amp;amp;postID=6158380540781143251"&gt;&lt;span class="quick-edit-icon"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="post uncustomized-post-template"&gt;&lt;a name="5762605990858995446"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title"&gt;&lt;a href="http://npriyatini.blogspot.com/2008/10/penyambungan-serat-optik.html"&gt;Penyambungan  Serat Optik&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body"&gt; &lt;p&gt;A.Penyambungan Kabel Serat Optik&lt;br /&gt;Dalam jaringan kabel titik rawan gangguan  terletak pada titik sambungan, karena pengaruh dari luar seperti masuknya air ke  dalam closure. Dalam jangka waktu yang panjang 5 s/d 10 tahun akan menyebabkan  turunnya karakteristik kabel, demikian juga akan menyebabkan rugi-rugi optik  bertambah besar. Selain faktor air yang akan mempengaruhi kualitas jaringan juga  faktor mekanis seperti tegangan yang berlebihan serta bending radius.&lt;br /&gt;Tujuan  penyambungan kabel optik secara umum adalah untuk menyambung dua buah kabel  serat optik sesuai dengan prosedur yang benar sehingga mempunyai rugi-rugi  sekecil mungkin.&lt;br /&gt;Prosedur penyambungan kabel serat optik adalah sebagai  berikut :&lt;br /&gt;Penyambungan kabel serat optik harus sesuai prosedur&lt;br /&gt;Penggunaan  material dan peralatan harus benar&lt;br /&gt;Pemasangan sarana sambung kecil kabel  harus sesuai petunjuk pelaksanaan&lt;br /&gt;Pengetesan harus dilakukan sesuai  penyambungan&lt;br /&gt;Kesemuannya harus dilaksanakan dengan baik dan benar untuk  mendapatkan hasil yang optimal.&lt;br /&gt;Proses penyambungan kabel serat optik  meliputi :&lt;br /&gt;Penyambungan kabel&lt;br /&gt;Penyambungan serat&lt;br /&gt;Pertama yang harus  dilaksanakan adalah penanganan sarana sambung kabel lalu penanganan  serat.&lt;br /&gt;Penyambungan kabel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu  :&lt;br /&gt;Penyambungan secara mekanik&lt;br /&gt;Penyambungan secara heat shrink (panas  kerut)&lt;br /&gt;Jadi fungsi sarana sambung kabel (closure) adalah untuk menempatkan  tray dan agar kedap terhadap air.&lt;br /&gt;Teknik penyambungan serat optik dapat  dilakukan dengan dua cara yaitu :&lt;br /&gt;Secara mekanik&lt;br /&gt;Penyambungan serat dengan  sistem mekanik saat sekarang tidak digunakan lagi oleh PT Telkom karena akan  menghasilkan loss yang cukup besar.&lt;br /&gt;Gambar 3.13 Alat sambung serat optik  jenis manual&lt;br /&gt;Secara fusion&lt;br /&gt;Gambar 3.14 Alat sambung optik jenis heat  shrink ( fusion )&lt;br /&gt;Penyambungan serat optik dengan sistem fusion terbukti  lebih handal karena hanya sedikit loss yang dihasilkan.&lt;br /&gt;B.Rugi- rugi  penyambungan&lt;br /&gt;Perbedaaan Struktur Serat&lt;br /&gt;Gambar 3.15 Core tidak berada di  tengah&lt;br /&gt;Karena letak core yang tidak central maka dalam penyambungan akan  didapatkan hasil yang tidak optimal dengan loss yang tinggi.&lt;br /&gt;Kualitas  Penyambungan yang Kurang&lt;br /&gt;Permukaan serat tidak rata&lt;br /&gt;Gambar 3.16 Permukaan  pemotongan yang halus dan rata&lt;br /&gt;Sumbu serat tidak sejajar&lt;br /&gt;Gambar 3.17  Pengaturan serat yang tidak sejajar&lt;br /&gt;Penyimpangan sudut&lt;br /&gt;Gambar 3.18 Terjadi  penyimpangan sudut&lt;br /&gt;Ujung serat berjauhan&lt;br /&gt;Gambar 3.19 Pengaturan serat  terlalu jauh&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan kualitas penyambungan yang baik harus  memperhatikan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;Kualitas kabel&lt;br /&gt;Alat sambung yang  baik&lt;br /&gt;Lingkungan harus bersih&lt;br /&gt;Teknisi harus berpengalaman&lt;br /&gt;C.Penyambungan  Kabel Serat Optik dengan Menggunakan Closure Raychem&lt;br /&gt;Sarana sambung  kabel&lt;br /&gt;Syarat yang harus dipenuhi oleh sarana sambung kabel adalah harus mampu  melindungi serat dari gangguan alam dan mekanis seperti air, panas, reaksi  kimia, getaran, tension dan bending.&lt;br /&gt;Penanganan sarana sambung  kabel&lt;br /&gt;Penanganan sarana sambung kabel harus memperhatikan hal-hal sebagai  berikut :&lt;br /&gt;Tangan dan kabel harus bersih&lt;br /&gt;Sarana sambung kabel harus  bersih&lt;br /&gt;Sealing ring harus bersih&lt;br /&gt;Tunggu sarana sambung kabel harus  dingin&lt;br /&gt;Material&lt;br /&gt;Material untuk penyambung kabel serat optik dibagi menjadi  dua yaitu :&lt;br /&gt;Material khusus&lt;br /&gt;Material umum&lt;br /&gt;Procedure Penyambungan Kabel  Serat Optik dengan Menggunakan Closure Raychem&lt;br /&gt;Penyambungan dengan  menggunakan closure Raychem merupakan teknik penyambungan kabel dengan dua cara  yaitu dengan mekanik dan heat shrink (panas kerut). Dikategorikan mekanik karena  sistem penutup dome dengan penguncian klem, dan dikategorikan heat shrink karena  adanya bagian yang perlu dipanaskan untuk mengencangkannya yaitu pada bagian  oval seal.&lt;br /&gt;Closure Raychem digambarkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Gambar 3.20 Alat  sambung kabel serat optik jenis closure Raychem&lt;br /&gt;Closure Raychem ada dua tipe  yaitu :&lt;br /&gt;Tipe B2 : 1 oval port dan 2 circle port artinya 2 tray kali 12 core  sambungan&lt;br /&gt;Tipe B4 : 1 oval port dan 4 circle port artinya 4 tray kali 12 core  sambungan&lt;br /&gt;Agar mendapatan hasil sambungan yang optimal maka prosedur kerja  dari penyambungan harus benar-benar terlaksanakan. Flowchart penyambungan kabel  serat optik adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Gambar 3.21 Flowchart penyambungan kabel  serat optik&lt;br /&gt;Pemanasan kabel pada oval outlet&lt;br /&gt;Secara runtut lepaskan  pengunci klem, klem itu sendiri, dome dan sealing ring&lt;br /&gt;Potong oval port pada  ujungnya&lt;br /&gt;Masukan oval seal ke kabel kemudian masukkan kabel ke oval  port&lt;br /&gt;Persiapan kabel&lt;br /&gt;Kupas kulit kabel HIDPE sheat sepanjang 1200  mm&lt;br /&gt;Potong strenght member sisakan 75 mm dari ujung kulit kabel yang dikupas  tersebut&lt;br /&gt;Pasang kabel grounding dengan cara mengupas kulit kabel sepanjang 25  mm dari ujung kulit kabel&lt;br /&gt;Potong loose tube menggunkan tube cutter sisakan 35  mm dari ujung kulit kabel dan pasang transportation tube&lt;br /&gt;Luruskan lingkaran  kabel dengan ujung oval port pada base dome&lt;br /&gt;Masukkan strength member pada  klem dan kencangkan menggunakan obeng&lt;br /&gt;Proses heat shrink (sealing untuk  outlet)&lt;br /&gt;Bersihkan oval port dan ujung kabel&lt;br /&gt;Kasarkan permukaan oval port  dan ujung kabel menggunakan ampelas dan bersihkan menggunakan tisu  kabel&lt;br /&gt;Pasang oval seal pada oval port untuk memberi tanda pada  kabel&lt;br /&gt;Tempatkan garis biru aluminium foil pelindung kabel dari panas sejajar  dengan tanda yang ada pada kabel&lt;br /&gt;Pasang oval seal pada oval port kemudian  pasang klip pencabang pada oval seal tepat diantara kedua kabel&lt;br /&gt;Kerutkan oval  seal dengan menggunakan hot gun hingga warna bintik-bintik hijau menjadi hitam,  perhatikan dudukan kedua kabel jangan sampai berubah&lt;br /&gt;Panaskan ujung bagian  bawah sampai adhesive benar-benar kelihatan meleleh dan keluar&lt;br /&gt;Pengaturan  serat pada tray&lt;br /&gt;Masing-masing splice tray mempunyai kapasitas 12 sambungan  dan masing-masing sisi dapat dipasang empat transportation tube besar atau enam  transportation tube kecil, kemudian tandai transpotation tube tersebut 15 mm  dari ujung tray&lt;br /&gt;Hati-hati waktu memotong transportation tube dan kencangkan  transportation tube dengan menggunakan tie wrap lalu pasangan tutup pelindung  tray&lt;br /&gt;Penyambungan Serat Optik (Fusion Splicing)&lt;br /&gt;Teknik penyambungan serat  optik untuk menyambung dua serat secara permanen dan untuk mendapatkan hasil  dengan rugi-rugi yang kecil dapat dilakukan dengan menggunakan cara fusion,  dimana alat yang digunakan disebut fusion splicer.&lt;br /&gt;Struktur fusion  splicer&lt;br /&gt;Fusion splicer mempunyai struktur sebagai berikut :&lt;br /&gt;Alur V dan  klem&lt;br /&gt;Merupakan dudukan bagi kedua serat yang akan disambung&lt;br /&gt;Mikro  positioned &amp;amp; sensor fusion splicer&lt;br /&gt;Gambar 3.22 Proses Pensejajaran  Fiber&lt;br /&gt;Elektroda&lt;br /&gt;Mengemisikan panas yang akan digunakan untuk meleburkan  kedua ujung serat yang akan disambung, inilah yang merupakan proses fusion.  Proses fusion dilakukan jika kedua ujung serat telah bertemu dan betul-betul  pasa posisi yang tepat&lt;br /&gt;Sistem sensor yang berisi kaca dan lensa&lt;br /&gt;Sistem  sensor ini bekerja untuk mengatur dudukan dari kedua ujung serat yang akan  disambung. Salah satu serat akan menjadi referensi bagi serat yang  lainnya.&lt;br /&gt;Proses fusion slicing&lt;br /&gt;Menghidupkan alat ukur&lt;br /&gt;Mesin splicer  menggunakan catuan listrik PLN. Setelah tombol “ON” ditekan, monitor LCD akan  menampilkan menu-menu yang digunakan untuk setting alat ukur&lt;br /&gt;Memilih mode  penyambung&lt;br /&gt;Maksutnya adalah setting alat splicer seperti setting arus,  panjang gelombang, dan besarnya loss maksimum yang diijinkan&lt;br /&gt;Pemasangan  splice protector&lt;br /&gt;Sebelum serat dikupas terlebih dahulu masukan sleeve (splice  protector) ke salah satu serat yang akan disambung. Langkah ini sangat sederhana  tapi paling sering terlupakan&lt;br /&gt;Pengupasan coating&lt;br /&gt;Kupas coating kedua ujung  yang akan disambung sepanjang 5 cm menggunakan serat stripper. Bersihkan serat  yang sudah dikupas tersebut menggunakan tissue beralkohol dengan arah yang tetap  setelah bersih hindarkan serat tersentuh oleh benda apapun termasuk  tangan&lt;br /&gt;Pemotongan serat&lt;br /&gt;Potong serat yang sudah dibersihkan tersebut  dengan menggunakan serat cleaver, sisakan 3 mm dari batas coating yang terkupas  (potong sepanjang 47 mm). potongan serat harus benar-benar rata dan tegak lurus  dengan panjang serat.&lt;br /&gt;Pemasangan serat V Groove&lt;br /&gt;Dalam pemasangan serat  pada V Groove membutuhkan ketelitian yang tinggi. Ujung serat yang sudah  dipotong tersebut jangan samapi menyentuh alur. Jika kedua ujung serat telah  menempati dudukan V Groove secara benar tutup wind protector-nya&lt;br /&gt;Fusion  splicing&lt;br /&gt;Semua pekerjaan ini dilakukan oleh mesin splicer. Kedua ujung fiber  akan saling mendekat satu dengan yang lainnya, selama proses tersebut  berlangsung splicer akan memancarkan short are (dalam jumlah kecil) untuk  membersihkan permukaan kedua serat. Splicer akan menghentikan pergerakan kedua  serat saat gap antara kedua ujung serat telah terposisikan dengan tepat. Setelah  initial gap setting splicer akan menghitung dan menampilkan posisi sudut potong  kedua ujung serat.&lt;br /&gt;Ketika posisi cladding dan core kedua ujung serat  benar-benar sejajar splicer akan memperkecil gap (final gap setting) dan  menghasilkan tegangan yang tinggi untuk meleburkan (are fusion) kedua ujung  serat agar tersambung. Mikroprosesor akan menghitung estimasi loss hasil  sambungan dan menampilkannya di LCD monitor&lt;br /&gt;Rearc&lt;br /&gt;Gambar 3.23 Proses  Rearc&lt;br /&gt;Rearc dilakukan jika nilai estimasi loss terlalu besar.&lt;br /&gt;Estimasi  fusion splicing loss dilakukan denganca cara Local Injection &amp;amp; Detection  (LID)&lt;br /&gt;Pengerutan sleeve/ smove (splice protector)&lt;br /&gt;Panjang sleeve adalah 4  cm, atur agar posisi sambungan tepat berada di tengah sleeve kemudian ke tempat  pemanas (tube heater) agar sleeve berkerur sehingga kedudukannya fix dan dapat  melindungi sambungan. Sleeve ini bekerja dengan sistem panas kerut. Proses  pengerutan berakhir dengan ditandai suara beep dan off-nya LED  illumination.&lt;br /&gt;Flowchart operasi penyambungan serat optik digambarkan sebagai  berikut :&lt;br /&gt;Gambar 3.24 Flowchart operasi penyambungan&lt;br /&gt;Pemeliharaan fusion  spicer&lt;br /&gt;Pemeliharaan alat fusion splicer sangan penting agar kehandalan  perangkat terjaga, pemeliharaan dilakukan terutama pada V Groove, lensa dan LED  serta pembersihan/penggantian elektroda.&lt;br /&gt;Pemasangan Dome Clousure&lt;br /&gt;Pastikan  sealing ring dan tempatnya bersih lalu pasang pada base&lt;br /&gt;Pasang dome dengan  hati-hati pada base, lalu pasang klem disekeliling base&lt;br /&gt;Kunci klem&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8261153787879314327-3736358621789393928?l=upikindipradita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://upikindipradita.blogspot.com/feeds/3736358621789393928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8261153787879314327&amp;postID=3736358621789393928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8261153787879314327/posts/default/3736358621789393928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8261153787879314327/posts/default/3736358621789393928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://upikindipradita.blogspot.com/2008/10/serat-optik-serat-optik-adalah-saluran.html' title=''/><author><name>upik indi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12952007740236472990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jkCz-u5BAC4/SY5O1ut-x1I/AAAAAAAAAC0/MD7JSLiTIpM/S220/11%4026%3D%7DswEet+angEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8261153787879314327.post-6563950196340828544</id><published>2008-05-01T21:19:00.001-07:00</published><updated>2008-05-01T21:19:23.083-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="visibility:visible;"&gt;&lt;object type="application/x-shockwave-flash" data="http://widget-f4.slide.com/widgets/slideticker.swf" height="320" width="426" style="width:426px;height:320px"&gt;&lt;param name="movie" value="http://widget-f4.slide.com/widgets/slideticker.swf"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;param name="scale" value="noscale"&gt;&lt;param name="salign" value="l"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt; &lt;param name="flashvars" value="cy=ms&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=1657324662883097332&amp;amp;site=widget-f4.slide.com"&gt;&lt;/object&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=ms&amp;amp;at=un&amp;amp;id=1657324662883097332&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-f4.slide.com/p1/1657324662883097332/ms_t063_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=ms&amp;amp;at=un&amp;amp;id=1657324662883097332&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-f4.slide.com/p2/1657324662883097332/ms_t063_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8261153787879314327-6563950196340828544?l=upikindipradita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://upikindipradita.blogspot.com/feeds/6563950196340828544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8261153787879314327&amp;postID=6563950196340828544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8261153787879314327/posts/default/6563950196340828544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8261153787879314327/posts/default/6563950196340828544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://upikindipradita.blogspot.com/2008/05/blog-post.html' title=''/><author><name>upik indi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12952007740236472990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jkCz-u5BAC4/SY5O1ut-x1I/AAAAAAAAAC0/MD7JSLiTIpM/S220/11%4026%3D%7DswEet+angEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8261153787879314327.post-8650842480384210592</id><published>2008-02-13T20:23:00.000-08:00</published><updated>2008-02-13T20:27:58.295-08:00</updated><title type='text'>flash disk</title><content type='html'>flash diskAnda datang dari &lt;a href="http://www.google.co.id/"&gt;www.google.co.id&lt;/a&gt; mencari tentang flash disk. Mungkin Anda juga tertarik membaca artikel terkait lainnya:&lt;a href="http://blog.kenz.or.id/2007/03/18/kingston-u3-data-traveler-smart-usb-flash-drive.html" rel="bookmark" tip="Permanent Link: Kingston U3 Data Traveler Smart USB Flash Drive"&gt;Kingston U3 Data Traveler Smart USB Flash Drive&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.kenz.or.id/2007/06/11/alat-deteksi-dini-penularan-virus-pada-flash-disk.html" rel="bookmark" tip="Permanent Link: Alat Deteksi Dini Penularan Virus Pada Flash Disk"&gt;Alat Deteksi Dini Penularan Virus Pada Flash Disk&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.kenz.or.id/2006/12/16/virus-flu-burung-membuat-windows-xp-tidak-bisa-login.html" rel="bookmark" tip="Permanent Link: Virus Flu Burung Membuat Windows XP Tidak Bisa Login"&gt;Virus Flu Burung Membuat Windows XP Tidak Bisa Login&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.kenz.or.id/2007/02/14/front-panel-audio-connector.html" rel="bookmark" tip="Permanent Link: Front Panel Audio Connector"&gt;Front Panel Audio Connector&lt;/a&gt;&lt;a href="http://blog.kenz.or.id/2007/03/02/pcmav-dan-virus-aksika-kristy-menyembuhkan-cinta-terpendam.html" rel="bookmark" tip="Permanent Link: PCMAV dan Virus Aksika-Kristy, Menyembuhkan Cinta Terpendam"&gt;PCMAV dan Virus Aksika-Kristy, Menyembuhkan Cinta Terpendam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Monday, 11.06.2007 12:56&lt;br /&gt;Alat Deteksi Dini Penularan Virus Pada Flash DiskPosted on &lt;a href="http://blog.kenz.or.id/category/computer-health" rel="category tag" tip="View all posts in Computer Health"&gt;Computer Health&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a class="liwikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/USB_flash_drive" target="_blank" tip="Wikipedia : USB Flash Drive"&gt;USB Flash Disk (UFD)&lt;/a&gt; adalah salah satu media yang paling sering digunakan oleh pembuat virus lokal sebagai media penularan virus saat ini. Jika diandaikan virus komputer adalah penyakit demam berdarah, maka UFD adalah nyamuk Aedes Aegypti-nya. Salah satu cara untuk menghentikan penularan demam berdarah dapat dilakukan dengan cara menghilangkan media penular-nya yaitu nyamuk. Namun tentunya hal ini tidak bisa dilakukan pada UFD sebagai suatu media penyimpan data portabel yang sangat kita butuhkan.&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu, seorang teman menceritakan bahwa komputernya tertular virus komputer hanya beberapa saat setelah dia menancapkan UFD pada port USB komputernya. Dia menanyakan kepada saya mengapa hal itu dapat terjadi, karena dia sama sekali belum menyentuh file di UFD tersebut. Setelah saya periksa ternyata fasilitas &lt;a class="liwikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Autorun#Autoplay" target="_blank" tip="Wikipedia : Windows Autoplay"&gt;autoplay pada sistem operasi windows&lt;/a&gt;-nya dalam keadaan aktif (defaultnya memang aktif).&lt;br /&gt;Sepengetahuan saya, virus lokal melakukan penularan melalui UFD dengan dua teknik, teknik pertama bekerja apabila sebuah file samaran dibuka oleh user, dan teknik kedua bekerja secara otomatis memanfaatkan fungsi autoplay pada windows.&lt;br /&gt;Pada teknik kedua, virus membuat file &lt;a class="liwikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Autorun" target="_blank" tip="Wikipedia : Autorun"&gt;autorun.inf&lt;/a&gt; pada UFD sasaran. Autorun.inf adalah file yang diperlukan oleh windows untuk menjalankan fungsi autoplaynya sehingga apabila fungsi autoplaynya aktif maka secara otomatis windows akan membaca autorun.inf dan menjalankan perintah-perintah dalam file tersebut.&lt;br /&gt;Fasilitas autoplay pada windows adalah semacam fasilitas yang memudahkan dalam melakukan otomatisasi identifikasi maupun pemanggilan program awal pada media removable. Fasilitas ini memungkinkan sebuah CD Interaktif untuk langsung menjalankan program awal begitu CD dimasukkan pada komputer. Celah kemudahan inilah yang pada akhirnya digunakan oleh virus untuk menularkan diri secara otomatis.&lt;br /&gt;Cara pencegahan penularan virus dengan teknik kedua ini sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan menonaktifkan fasilitas autoplay windows. Caranya dapat Anda baca di sini :&lt;br /&gt;&lt;a class="liexternal" href="http://www.computerhope.com/issues/ch000130.htm" target="_blank" tip="Enabling / disabling Windows AutoPlay"&gt;Enabling / disabling Windows AutoPlay&lt;/a&gt;&lt;a class="liexternal" href="http://features.engadget.com/2004/06/29/how-to-tuesday-disable-autorun-on-windows/" target="_blank" tip="How-To Tuesday: Disable AutoRun on Windows!"&gt;How-To Tuesday: Disable AutoRun on Windows!&lt;/a&gt;&lt;a class="liexternal" href="http://www.perturb.org/display/entry/532/" target="_blank" tip="Disable Autoplay Windows 2000/XP"&gt;Disable Autoplay Windows 2000/XP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dapat menggunakan program tweak windows seperti &lt;a class="liexternal" href="http://www.microsoft.com/ntworkstation/downloads/PowerToys/Networking/NTTweakUI.asp" target="_blank" tip="Tweak UI"&gt;tweak ui&lt;/a&gt; atau &lt;a class="liexternal" href="http://www.microsoft.com/windowsxp/downloads/powertoys/xppowertoys.mspx" target="_blank" tip="PowerToys For Windows"&gt;powertoys for windows&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Namun demikian cara ini saya pandang bukanlah cara yang efektif, karena hampir sebagian besar teman saya membiarkan fungsi autoplay windows dalam keadaan aktif dengan berbagai alasan. Oleh karena itu saya memikirkan bagaimana caranya supaya saya dapat mengetahui adanya penularan virus pada flash disk saya. Akhirnya saya mendapat ide untuk menempatkan terlebih dahulu file autorun.inf pada UFD saya sebelum virus menggunakannya. Jadilah sebuah alat deteksi dini penularan virus pada flash disk.&lt;br /&gt;Langkah-langkah pembuatan alat deteksi dini ini adalah sebagai berikut :1. Buka Program Notepad2. Ketiklah perintah berikut :[autorun]icon=apple.icolabel=JFKENZ&lt;br /&gt;**Label menunjukkan nama UFD kita, silakan diisi sesuai dengan keinginan, begitu pula Icon adalah file icon yang ingin ditampilkan.&lt;br /&gt;3. Save As dengan File Name : autorun.inf Save Type As : All Files&lt;br /&gt;4. Simpanlah di root (luar direktori) UFD.&lt;br /&gt;5. Rubah attribut file autorun.inf kita menjadi readme, hidden, dan archieve, caranya dengan klik kanan pada nama file autorun.inf, lalu pilih PROPERTIES, lalu centanglah tulisan read only, hidden dan archieve. SETTING ATTRIBUT INI PENTING!!!&lt;br /&gt;6. Alat deteksi dini sudah jadi, sekarang tinggal melakukan ujicoba. Restart komputer anda, lalu tancapkan UFD yang telah berisi autorun.inf. Simbol icon dan label pada flash disk akan berubah sesuai dengan apa yang telah kita setting.&lt;br /&gt;Saya menyediakan file contoh disini : &lt;a class="liinternal" href="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/06/ddvfd.zip" tip="ddvd.zip"&gt;ddvd.zip&lt;/a&gt;&lt;a class="liinternal" href="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2007/06/ddvfd.zip" tip="File Contoh Alat Deteksi Dini Penularan Virus"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download dan ekstrak file tersebut, kemudian copy file autorun.inf dan apple.ico ke root UFD Anda, lakukan langkah 4 dan 5. Jika ingin mengedit labelnya silakan diedit dulu file autorun.inf nya sebelum attributnya disetting.&lt;br /&gt;Anda pun sebenarnya dapat melakukan variasi-variasi perintah lainnya pada autorun.inf, seperti misalnya untuk menjalankan program secara otomatis pada UFD seperti dalam artikel ini :&lt;a class="liexternal" href="http://www.computerhope.com/issues/ch000670.htm" target="_blank" tip="How to make a Windows AutoPlay CD"&gt;How to make a Windows AutoPlay CD&lt;/a&gt;atau menggunakan autorun generator seperti ini :&lt;a class="liexternal" href="http://cdinterface.sourceforge.net/" target="_blank" tip="CDInterface Studio"&gt;CDInterface Studio&lt;/a&gt;&lt;a class="liexternal" href="http://www.x-lair.com/myprograms/autoc.html" target="_blank" tip="Autorun Creator"&gt;Autorun Creator &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Silakan melakukan improvisasi sendiri, mungkin dengan &lt;a class="liexternal" href="http://google.com/" target="_blank" tip="Google"&gt;googling&lt;/a&gt; Anda menemukan lebih banyak variasi lainnya.&lt;br /&gt;Bagaimana cara kerja alat deteksi dini ini?Cara kerjanya sangat sederhana. Jika ada file autorun.inf lain yang akan masuk ke UFD, maka sistem komputer akan mengeluarkan peringatan bahwa file akan ditimpa sebagai berikut :&lt;br /&gt;Jawablah dengan NO, agar file autorun.inf tidak ditimpa dengan yang baru. Tanda lain dari berubahnya autorun.inf adalah icon pada drive akan berubah dengan sendirinya (tidak sesuai dengan apa yang kita setting).&lt;br /&gt;Inilah fungsi deteksi dini sebenarnya, yaitu jika peringatan tersebut muncul, kita mesti berhati-hati karena kemungkinan adanya penyusupan yang dilakukan oleh virus. Namun hal ini tidak berlaku jika kita memang menginstall program yang mengandung autorun.inf seperti &lt;a class="liexternal" href="http://portableapps.com/suite" target="_blank" tip="PortableApps Suite"&gt;Portableapps Suite&lt;/a&gt; pada UFD.&lt;br /&gt;Keterbatasan alat ini :1. Jika user menjawab YES pada peringatan replace file, maka autorun.inf akan tergantikan dengan autorun.inf yang dibuat oleh virus.2. Bisa saja pembuat virus melakukan suatu rekayasa sosial sehingga tidak nampak mengganti autorun.inf3. Cache icon pada windows menyebabkan kita tidak bisa mengetahui perubahan file autorun.inf dengan cepat melalui icon yang berubah. Sistem operasi harus direstart terlebih dahulu untuk menghilangkan cache.&lt;br /&gt;4. Hanya bekerja di sistem operasi windows.&lt;br /&gt;Alat deteksi yang juga berfungsi sebagai personalisasi icon di flash disk ini hanyalah suatu upaya sederhana saya untuk mencegah/menghambat penularan virus melalui UFD. Pembuat virus tentunya masih memiliki banyak cara untuk memanfaatkan celah-celah lainnya di windows. Silakan dicoba, dan tolong beri saya feedback sejauh mana efektifitas alat sederhana ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8261153787879314327-8650842480384210592?l=upikindipradita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://upikindipradita.blogspot.com/feeds/8650842480384210592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8261153787879314327&amp;postID=8650842480384210592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8261153787879314327/posts/default/8650842480384210592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8261153787879314327/posts/default/8650842480384210592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://upikindipradita.blogspot.com/2008/02/flash-disk.html' title='flash disk'/><author><name>upik indi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12952007740236472990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jkCz-u5BAC4/SY5O1ut-x1I/AAAAAAAAAC0/MD7JSLiTIpM/S220/11%4026%3D%7DswEet+angEL.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
